Sedikitnya 98 orang tewas di Sierra Leone setelah truk tangki bahan bakar meledak
World

Sedikitnya 98 orang tewas di Sierra Leone setelah truk tangki bahan bakar meledak

Sebuah truk tangki bahan bakar meledak di dekat ibu kota Sierra Leone, menewaskan sedikitnya 98 orang dan melukai puluhan lainnya, setelah kerumunan besar berkumpul untuk mengumpulkan bahan bakar yang bocor, kata pejabat dan saksi, Sabtu.

Ledakan itu terjadi Jumat malam ketika kapal tanker itu bertabrakan dengan truk lain saat sedang memasuki sebuah pompa bensin di dekat persimpangan yang sibuk di Wellington, tepat di sebelah timur ibu kota Freetown, menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

“Kedua pengemudi keluar dari kendaraan mereka dan memperingatkan warga masyarakat untuk menjauh dari tempat kejadian saat mencoba mengatasi kebocoran yang berasal dari tabrakan,” kata badan tersebut.

Namun, di negara yang sangat miskin ini, massa masih berdatangan untuk mengambil bahan bakar, kata para saksi mata. Tidak segera diketahui apa yang menyebabkan bahan bakar yang bocor itu menyala, tetapi ledakan besar segera menyusul.

Video yang diperoleh The Associated Press menunjukkan bola api raksasa menyala di langit malam saat beberapa orang yang selamat dengan luka bakar parah berteriak kesakitan. Sisa-sisa hangus para korban tergeletak di tempat kejadian, menunggu transportasi ke kamar mayat.

Pengambilan bingkai video ini diambil dari cuplikan AFPTV menunjukkan petugas pemadam kebakaran bekerja untuk memadamkan api di sebuah pompa bensin pada Sabtu pagi setelah ledakan besar. (AFPTV/AFP/Getty Images)

Hampir 100 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit daerah, kata para pejabat. Sekitar 30 orang yang mengalami luka bakar parah di Rumah Sakit Connaught diperkirakan tidak akan selamat, menurut Foday Musa, seorang anggota staf di unit perawatan intensif.

Orang-orang yang terluka yang pakaiannya telah terbakar dalam api yang mengikuti ledakan itu berbaring telanjang di atas tandu ketika perawat merawat mereka pada hari Sabtu. Ratusan orang berkerumun di luar gerbang utama kamar mayat dan di dekat pintu masuk utama rumah sakit, menunggu kabar dari orang yang mereka cintai.

Rumah sakit habis karena krisis Ebola

Osman Timbo mengatakan saudara laki-lakinya yang berusia 13 tahun, Mohamed, termasuk di antara mereka yang tewas.

“Dia meninggalkan rumah dan berkata akan membeli roti untuk kami makan,” kata Timbo. “Ketika saya mendengar tentang ledakan itu, saya pergi ke tempat kejadian dan saya melihat adik laki-laki saya berbaring dan dia terbakar di mana-mana. Saya merasa sangat sedih. Saya sangat mencintainya.”

Rekaman drone menunjukkan akibat ledakan truk tangki bahan bakar mematikan yang terjadi di dekat ibu kota Sierra Leone. (TV Reuters)

Pejabat rumah sakit memanggil sebanyak mungkin dokter dan perawat semalaman untuk merawat yang terluka. Sektor perawatan kesehatan negara itu masih belum pulih dari epidemi Ebola 2014-16, yang menewaskan banyak dokter dan perawat di negara Afrika Barat itu.

Presiden Julius Maada Bio, yang berada di Skotlandia menghadiri pembicaraan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Sabtu, menyesalkan “kehilangan nyawa yang mengerikan.”

“Simpati saya yang mendalam dengan keluarga yang kehilangan orang yang dicintai dan mereka yang menjadi cacat sebagai akibatnya,” tweetnya.

Orang-orang berkumpul di luar Rumah Sakit Connaught di Freetown pada hari Sabtu. Hampir 100 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit daerah setelah ledakan, kata para pejabat. (Saidu Bah/AFP/Getty Images)

Wakil Presiden Mohamed Juldeh Jalloh mengunjungi dua rumah sakit semalam dan mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sierra Leone dan lainnya akan “bekerja tanpa lelah” setelah keadaan darurat.

“Kami semua sangat sedih dengan tragedi nasional ini, dan ini memang masa yang sulit bagi negara kami,” katanya di halaman Facebook-nya.

Posted By : pengeluaran hk